404 Not Found


nginx/1.18.0 (Ubuntu)
ASEAN Cultural Digital Ambassador Transformation Program 2022

Delegasi Indonesia Untuk ASEAN Cultural Digital Ambassador Transformation Program 2022: Unity in Bytes

School of Applied STEM - Universitas Prasetiya Mulya > Achievements > Delegasi Indonesia Untuk ASEAN Cultural Digital Ambassador Transformation Program 2022: Unity in Bytes

Berawal dari bulan Juni – November 2020, Kadek Danayasa bersama tim mengikuti sebuah perlombaan Kemah Budaya Kaum Muda (KBKM) 2020 yang diselenggarakan oleh Kemendikbud. Berhasil mendapat juara 1 di Regional Bali, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua, dan selanjutnya meraih juara 2 tingkat Nasional kategori aplikasi.

Pada bulan Mei 2022, PTLK Kemendikbud mengadakan seleksi untuk memilih seorang mahasiswa dari peserta KBKM 2019-2021 menjadi delegasi Indonesia pada acara ASEAN Cultural Digital Ambassador Transformation Program 2022: Unity in Bytes. Acara tersebut diselenggarakan oleh Ministry of Tourism, Arts, and Culture Malaysia (MOTAC), yang belkolaborasi dengan Universitas Teknologi MARA (UiTM) dan didanai oleh ASEAN Committee on Culture and Information (ASEAN-COCI). Program ini dilaksanakan selama 6 hari di Carey Island, Selangor, dan Melaka dari 17 hingga 22 Juni 2022.

Singkat cerita, setelah melewati 2 tahapan seleksi, Kadek Danayasa lolos untuk menjadi delegasi Indonesia yang didampingi seorang officer dari Kemendikbud. Acara ini dihadiri oleh 20 delegasi dari 10 negara di ASEAN dimana setiap negara terdiri dari 1 orang praktisi kebudayaan dan 1 orang mahasiswa. Kadek Danayasa sendiri ditemani oleh Pak Pandu Wijaya dari Kemendikbud yang sekaligus menjadi praktisi kebudayaan.

Baca juga: Putri Utami Rosalina: Peraih Nilai Tertinggi Dalam Learn MAP Way Certified Study Independent
ASEAN Cultural Digital Ambassador Transformation Program 2022

Tujuan utama dari program ini adalah diantaranya:

  • Membina pemuda dan praktisi budaya ASEAN yang lebih mudah beradaptasi dan tangguh serta paham teknologi.
  • Memperkenalkan ekonomi daerah melalui pendidikan budaya dan konten digital yang kreatif.
  • Meningkatkan kreativitas, keragaman, dan perwujudan seni budaya.

Sekitar 20 Cultural Digital Ambassador (CDA) dari negara-negara ASEAN dan anggota Sekretariat ASEAN akan berpartisipasi untuk terlibat dalam kegiatan pendidikan kebudayaaan dengan masyarakat adat dan komunitas lokal di Selangor dan Melaka selama 6 hari. Kegiatan yang diselenggarakan meliputi pertukaran budaya, tarian, gaya hidup tradisional, makanan, dan kostum. CDA juga akan berpartisipasi dalam seminar dan workshop tentang ekonomi budaya daerah serta pembelajaran langsung dengan berkreasi konten digital untuk mempromosikan dan memfasilitasi pemulihan sosial ekonomi regional.

Mayoritas yang menjadi delegasi dari program ini merupakan mahasiswa dari jurusan seni dan budaya serta komunikasi, namun tidak menutup kemungkinan bagi Kadek Danayasa, seorang mahasiswa Food Business Technology untuk ikut berpartisipasi. Karena, yang dinilai bukan hanya latar belakang jurusan, tetapi juga pengalaman selama berkuliah. Kebetulan Kadek Danayasa sendiri menekuni bidang marketing karena pernah diajarkan di kelas dan sempat magang di divisi marketing di sebuah startup.

selain itu beliau mengaku juga menekuni dunia kreatif terutama creating digital content on social media yang sesuai dengan tema dan tujuan program ini yaitu melatih generasi muda untuk sadar teknologi terutama di media digital sehingga dapat mempromosikan kebudayaan melalui digital platform. Menurut beliau, acara ini juga berkaitan dengan perkuliahan di STEM Prasetiya Mulya. Pembelajaran yang dibawakan tidak terpatok hanya di bagian science, tetapi teknologi digital yang dapat berguna untuk mempromosikan kebudayaan negara kita sendiri maupun ASEAN dan ikut serta dalam meningkatan ekonomi Indonesia maupun regional ASEAN.

Leave a Reply