JUARA 2 INTERNATIONAL DESIGN COMPETITION FOR HEALTH PROTOCOL SUPPORTING PRODUCT by UNIVERSITAS SEBELAS MARET

School of Applied STEM - Universitas Prasetiya Mulya > S1 Product Design Engineering > JUARA 2 INTERNATIONAL DESIGN COMPETITION FOR HEALTH PROTOCOL SUPPORTING PRODUCT by UNIVERSITAS SEBELAS MARET

Produk inovatif ditengah pandemi covid-19, Mahasiswa sekolah STEM Terapan Universitas Prasetiya Mulya berhasil raih juara internasional. Tim mahasiswa S1 Product Design Engineering dan S1 Software Engineering yaitu Casles dan Nadya berhasil meraih Juara 2 pada International Design Competition for Health Protocol Supporting Product yang diselenggarakan oleh Universitas Sebelas Maret dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-45 dan diikuti oleh peserta dari dalam maupun luar negeri.  Juara 1 diraih oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Juara 3 diraih oleh Universitas Kristen Duta Wacana.

Dalam kompetisi ini para peserta diberikan tantangan untuk membuat sebuah produk yang didesain sebagai solusi dalam mengimplementasikan gaya hidup new normal untuk meminimalisir dampak dari transmisi Covid-19. Pada kesempatan ini, Carles dan Nadya menciptakan ide produk bernama Vita “Medical devices for self-care in new normal era”. Vita merupakan sebuah Hand sanitizer portable dalam kemasan botol yang dapat dibawa kemana-mana dan dilengkapi dengan termometer pada bagian bawah botol. Adanya kombinasi dengan termometer dapat berguna bagi user (pengguna) untuk mengetahui suhu tubuh saat beraktivitas. 

Carles dan Nadya juga membuat rancangan aplikasi yang dapat terintegrasi dengan Vita, sehingga user (penggguna) dapat memperoleh informasi lebih mengenai suhu tubuh yang disajikan dalam bentuk bagan dan mudah dipahami. Aplikasi ini juga nantinya akan menampilkan informasi kepada user terkait kategori suhu tubuh (normal atau tidak), serta terdapat fitur lainnya seperti user dapat berinteraksi dengan dokter yang telah tersertifikasi melalui fitur Call HaloDoc dengan batasan waktu 10 menit jika merasa suhu tubuh atau kondisinya tidak baik.   

Melalui kompetisi ini, Tim Halak Hita dapat belajar untuk berkomunikasi dan berkolaborasi dengan orang lain, serta menggunakan sudut pandang yang berbeda berdasarkan latar belakang program studi masing-masing dalam menciptakan sebuah solusi  dan tentunya banyak belajar dari prodi satu sama lain. 

“Kami berharap untuk alat ini bisa diwujudkan dan membuat sebuah gaya hidup baru yang berkepanjangan dan membudaya terutama dalam menghadapi era new normal ini.” 

Leave a Reply